Tuesday, August 17, 2021

Sifat Entrepreneur

Sifat-sifat yang perlu dimiliki entrepreneur (Alma. 2008)


 Percaya diri

Sifat utama dari percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-

ambing oleh pendapat dan saran orang lain melainkan menggunakan sebagian saran

tersebut sebagai masukan.


 Berorientasi pada tugas dan hasil

Sifat seorang entrepreneur tidak mengutamakan prestige dahulu melainkan fokus

kepada prestasi yang ingin dicapai.


 Pengambilan Resiko

Ciri pengambilan resiko berpengaruh penting dalam dunia wirausaha yang penuh resiko

dan tantangan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa bagaimana seorang

entrepreneur mengambil sebuah resiko dengan penuh pertimbangan.


 Kepemimpinan

Dalam diri seorang entrepreneur mutlak memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang

pemimpin yang baik harus mau mendengarkan saran dan kritik dari bawahannya demi

kemajuan kinerja perusahaan.


 Keorisinilan

Yang dimaksud dengan orisinil disini adalah seorang entrepreneur Tidak hanya

mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri. ide yang orisinil dan

mampu merealisasikan ide lersebut.


 Berorientasi pada masa depan

Seorang entrepreneur haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan. Sebab sebuah

usaha bukan didirikan untuk sementara tetapi untuk selamanya. Untuk menyiapkan visi

yang jauh ke depan. entrepreneur perlu menyusun perencanaan dan strategi yang

matang.

Langkah awal dalam memulai bisnis, apa saja yang perlu dipersiapkan?

 

Untuk memulai bisnis ada beberapa langkah yang perlu diketahui setidaknya dapat

memandu kita supaya memperoleh wawasan apa saja yang perlu dipersiapkan,

menurut kampung berita ada beberapa langkah antara lain:


 Evaluasi Diri

Mulailah dengan mengambil saham dari diri sendiri dan situasi Anda. Mengapa Anda

ingin memulai bisnis? Apakah uang, kebebasan, kreativitas, atau alasan lain?

Keterampilan apa yang Anda miliki? Apa yang Anda ketahui tentang industri ? Apakah

Anda ingin memberikan layanan atau produk? Apa yang Anda ingin lakukan? Berapa

banyak modal yang Anda harus mengambil risiko? Apakah ini akan menjadi waktu

penuh atau usaha paruh waktu? Jawaban Anda atas jenis pertanyaan akan membantu

Anda untuk lebih fokus.


 Menganalisis industri/bidang usaha terkait

Begitu Anda memutuskan untuk memulai bisnis yang sesuai dengan tujuan dan gaya

hidup, Anda perlu mengevaluasi ide Anda. Siapa yang akan membeli produk atau jasa

Anda? Siapa yang akan menjadi pesaing Anda? Anda juga perlu mencari tahu pada

tahap ini berapa banyak uang yang Anda akan butuhkan untuk memulai.


 Jadikanlah Bisnis Anda Legal

Ada beberapa cara untuk membentuk bisnis Anda ? Itu bisa menjadi kepemilikan

tunggal, kemitraan, atau korporasi. Sebuah korporasi menjadi entitas terpisah yang

secara hukum bertanggung jawab untuk sebuah bisnis. Jika ada yang salah, Anda tidak

dapat bertanggung jawab secara pribadi. Anda juga perlu mendapatkan izin usaha dan

izin yang tepat. Tergantung pada bisnis, mungkin ada kota, kabupaten, atau peraturan

negara serta izin dan lisensi untuk menangani. Ini juga merupakan waktu untuk

memeriksa ke dalam asuransi Anda mungkin perlu untuk bisnis dan untuk menemukan

akuntan yang baik.


 Rencanakan Bisnis Anda dengan menyusun konsep

yang sesuai

Jika Anda akan mencari pendanaan dari luar, rencana bisnis adalah sebuah kebutuhan.

Tetapi bahkan jika Anda akan untuk membiayai usaha itu sendiri, rencana bisnis akan

membantu Anda mengetahui berapa banyak uang yang Anda akan butuhkan untuk

memulai, apa yang perlu untuk dilakukan kapan, dan di mana Anda tuju.


 Siapkan Modal Untuk Bisnis Anda

Tergantung pada ukuran usaha Anda, Anda mungkin perlu mencari pembiayaan dari

“malaikat” atau dari perusahaan modal ventura. Kebanyakan bisnis kecil dimulai

dengan pembiayaan swasta dari kartu kredit, pinjaman pribadi, bantuan dari keluarga,

dll Sebagai aturan praktis, selain start-up biaya, Anda juga harus memiliki nilai minimal

tiga bulan dari anggaran keluarga Anda dalam bank.


 Bangunlah Toko Bisnis Anda Toko

Cari lokasi. Negosiasikan dan sewa. Beli persediaan. Usahakan untuk memperoleh

telepon yang sudah terpasang. Memiliki alat tulis dicetak. Mempekerjakan staf.

Tetapkan harga Anda. Launching grand Opening bisnis anda. Banyak pemilik usaha

kecil mengkarakteristikan dirinya sebagai seorang entrepreneur, tetapi banyak dari

mereka yang tidak terlalu menginginkan untuk memperluas usahanya seperti yang

entrepreneur sejati lakukan. Mungkin mereka hanyalah pemilik usaha kecil dan hanya

seorang entrepreneur dan bukan seorang entrepreneur sejati. Seharusnya seorang

entrepreneur harus bisa melihat peluang usaha yang ada untuk mengembangkan

usahanya.


Yang membedakan antara pemilik usaha kecil dengan seorang entrepreneur adalah

visi, aspirasi dan strategi. Biasanya pemilik usaha kecil tidak memiliki rencana untuk

meningkatkan pendapatan secara dramatis mereka hanya cari aman dengan

menghindari resiko dan memperoleh pendapatan yang cukup, tetapi jiwa seorang

entrepreneur akan termotivasi untuk bertumbuh, Berkembang dan membangun usaha


agar lebih besar lagi dengan mengambil resiko tersebut dan mempunyai strategi untuk

rnenghindarinya.


Entrepreneur yang baik adalah menghindari resiko dan bukan pengambil resiko.

Mereka tampak seperti pengambil resiko karena mereka mempunyai cara pandang

yang berbeda dari orang biasanya. Mereka melihat produk atau jasa yang akan

bertemu dengan bagaimana sebuah kebudayaan akan berubah. Sekali mereka

merancangnya, mereka akan mengeliminasi semua faktor yang akan menghalangi

mereka masuk kedalam pasar sehingga mereka dapat disebut sebagai pengeleminasi

resiko (Zimmerer, Scarborough, 2002).

Mindset Awal yang Harus Dibangun Oleh Seorang Entrepreneur


Setelah membahas mengenai pengertian entrepreneur, sekarang pembahasan yang

tidak kalah serunya adalah mengenai bagaimana mindset awal seorang entrepreneur

yang benar untuk sukses, berikut:


 Jangan Pernah Berpikir INSTAN

Dalam berbisnis apapun jangan sekali kali Anda ingin berhasil secara Instan, baik itu

bisnis online maupun offline semua itu butuh proses untuk kesana dan perlu waktu

untuk menuju puncaknya. Jika Anda tergiur berbisnis karena hasil yang cepat, maka

bersiap-siap pula untuk hancur cepat, istilah “hal yang dibangun dengan instan, akan

roboh secara instan pula”.


Mie instan aja perlu proses untuk membuatnya, apalagi hal yang namanya SUKSES

pasti perlu proses juga. Nikmati prosesnya dan jangan menyerah, taukah Anda jika

Thomas A. Edison berhenti pada percobaan yang keseratus, maka bohlam tidak pernah

akan jadi. Pada hakikatnya, ketika Anda berhenti di langkah ke 100 sesungguhnya

pada langkah 101 itu akan terlihat jalan untuk sukses.


 Jangan Berpikir GRATISAN

Salah satu kendala dalam berbisnis adalah pola pikir ingin yang gratisan, maksudnya

sangat perhitungan untuk investasi ilmu, seperti ikut seminar, training, e-course, kursus,

dll yang bertujuan untuk menambah skill berbisnis. Belajar secara gratis memang tidak

mengeluar biaya, tetapi sebagai gantinya Anda akan menemukan trial & eror, dan harus

siap untuk itu. Jika Anda belum mempunyai dana, maka belajar yang gratisan juga tidak

mengapa tetapi sebagai gantinya Anda harus mengorbankan waktu untuk belajar,

sampai menemukan formula yang tepat pada bisnis Anda.


 Siap dan Berani Untuk GAGAL

Entah mengapa dan bahkan kebanyakan orang yang sampai pada titik sukses pada

bisnisnya itu pernah merasakan yang namanya gagal, sudah menjadi rumus orang

yang sukses itu adalah memiliki jatah gagal mereka masing-masing. Jadi untuk Anda

yang mulai terjun ke dunia entreprenuer jangan takut untuk gagal, kerjakan yang terbaik

niscaya hasil baik akan datang. Salah satu cara untuk meminimalisir kegagalan

tersebut dengan belajar pada orang yang sudah sukses dan jangan turuti

kegagalannya, itulah cara terbaik untuk meminimalisirnya.


Bagaimanakah karakteristik wirausaha yang cerdas?

Ada beberapa prinsip dalam membentuk karakteristik wirausaha antara lain:


1. Pahami setiap tindakan yg akan dilakukan, ikhlas, terencana,

terkonsep,dengan langkah & strategi jitu jgn sekedar iseng atau coba-

coba.

2. Peluang sukses selalu ada; kerja keras, lurus dan benar, cermat, serta

hemat


Bagaimanakh etika dalam berwirausaaha

Ada beberapa etika dalam berwirausaha menurut Gunarto yaitu:

1. Kejujuran

2. Bertanggung jawab

3. Menepati janji

4. Disiplin

5. Suka membantu

6. Komitmen dan menghormati

7. Mengejar prestasi



Enterpreneur

Pengertian Entrepreneur

Entrepreneur atau wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha

yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara

produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru,

memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.


Pengertian Entrepreneur Menurut Para Ahli

Orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat

mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen

operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan

operasinya. Secara sederhana, pengertian entrepreneur atau disebut juga

wirausahawan adalah seperti itu, untuk pengembangannya berikut macam-macam

pengertian entrepreneur yang dikemukakan oleh para ahlinya:


 (Ebert, Griffin, 2003)

Entrepreneur adalah pelaku bisnis yang menerima gabungan antara resiko dan peluang

yang menyangkut dalam menciptakan dan mengoperasikan peluang usaha baru.

entrepreneur adalah orang yang menanggung resiko dari bisnis kepemilikan dengan

sasaran utama pertumbuhan dan perkembangan.


 (Zimmerer, Scarborough, 2002)

Entrepreneur adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru ditengah banyaknya

resiko dan ketidakpastian sebagai sebuah tujuan untuk mencapai keuntungan dan

pertumbuhan dengan mengidentitikasi peluang dan mengumpulkan sumber daya yang

penting sebagai modal utama.


 (Thomberry. 2006)

Entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai ide yang inovatif, dapat melihat

peluang yang ada dipasar dan merubah mimpi mereka menjadi kenyataan yang

bersinar.


 Menurut Thomas W Zimmerer

Pengertian entrepreneur adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk

memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi

orang setiap hari.


 Peter F Drucker

Mendefinisikan pengertian entrepreneur adalah Kkemampuan untuk menciptakan

sesuatu yang baru dan berbeda, bahasa kerennya ability to create the new and

different.


 Menurut Kasmir

Pengertian entrepreneur adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk

membuka usaha dalam berbagai kesempatan.


 Sedangkan menurut Zimmerer

Pengertian entrepreneur adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam

memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.


 Menurut Soeparman Spemahamidjaja

Pengertian entrepreneur adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan

berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat

kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.


 Timmons, (dalam Tunggal, 2008).

Entrepreneurship adalah seorang manusia, yang bertindak kreatif membangun suatu

nilai dari hal yang secara praktis bukan apa- apa. Ini adalah pencarian peluang tanpa

memperhatikan sumber – sumber daya, atau masing – masing sumber daya, yang ada.


 Kuratko dan Hodgetts, (dalam Tunggal, 2008).

Entrepreneurship adalah sebuah proses inovasi dan penciptaan spekulasi baru melalui

empat dimensi utama individual, organisasi, lingkungan, proses dan dibantu dengan

kerjasama jaringan dalam pemerintahan, pendidikan, dan institusi. Semua posisi makro

dan mikro dari hal yang berhubungan dengan pemikiran entrepreneur harus

dipertimbangkan dalam pengenalan dan pengukuran peluang yang bisa dikonversikan

ke dalam ide – ide yang dapat dipasarkan yang mampu bersaing untuk implementasi

ekonomi hari ini.


 Arthur Cole, ( dalam Tunggal, 2008)

Entrepreneurship, setidaknya dalam semua masyarakat bukan otoriter, merupakan

sebuah jembatan antara masyarakat sebagai suatu kesatuan, khususnya aspek –

aspek non- ekonomi dari masyarakat tersebut dan institusi yang berorientasi pada profit

/ keuntungan didirikan untuk mengambil keuntungan dari sumbangan ekonominya dan

untuk memuaskan hasrat ekonomiknya, sebaik yang mereka bisa.


itulah pengertian entrepreneur menurut para ahli. Sebenarnya masih banyak definisi-

definisi yang dapat dijadikan rujukan, tetapi menurut saya lima ini sudah dapat mewakili

dan memberikan informasi bagi Anda yang membutuhkannya.

Sifat Entrepreneur

Sifat-sifat yang perlu dimiliki entrepreneur (Alma. 2008)  Percaya diri Sifat utama dari percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tid...